Kamis, 25 November 2010

Manusia dan Keindahan




Keindahan bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

Sebenamya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan dapat berkomunikasi, Jadi, sulit bagi kita jika berbicara mengenai keindahan, tetapi jelas bagi kita jika berbicara mengenai sesuatu yang indah. Keindahan hanya sebuah konsep, yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk, misalnya lukisan, pemandangan alam, tubuh yang molek, film, nyanyian.



Selain itu terdapat juga pengertian keindahan menurut luasnya pengertian keindahan itu sendiri, yaitu :

  1. keindahan dalam arti yang luas
Keindahan dalarn arti luas mernpakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indahdan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagi sesuatu yang selainbaik. juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yangindah. Orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaanyang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yangdisebutnya 'symmetria' untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karyapahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadipengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :

1. keindahan seni
2. keindahan alam
3. keindahan moral
4. keindahan intelektual

  1. keindahan dalam arti estetis murni
Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. 

  1. keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
keindahan dalarn arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
     
Salah satu keindahan yang dapat kita nikmati secara gratis adalah alam. Alam merupakan hasil karya seni dari sang Pencipta. Keindahan alam adalah wujud nyata kecintaan sang Pencipta kepada kita manusia karena keindahan adalah salah satu lambang kekayaan dunia ini.

Sebagai manusia sudah sepatutnyalah kita harus bertanggung jawab terhadap alam sekitar tempat kita tinggal,dengan cara menjaga dan melestarikannya. Janganlah kita menyia – nyiakan nikmat yang telah diberikan tuhan kepada kita dengan merusaknya, seperti dengan serakahnya menebang pohon secara liar. Marilah kita jaga keindahan alam dunia ini.

Rabu, 24 November 2010

Manusia dan Tanggung Jawab



Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Macam-Macam Tanggung Jawab

  • Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri

manusia diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut dibebani tanggung jawab.

  • Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri atas ayah-ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. 

  • Tanggung jawab terhadap masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk sosial. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

  • Tanggung jawab terhadap Bangsa / Negara

Suatu kenyataan lagi bahwa setiap manusia, setiap individu adalah warga negara suatu negara. 

  • Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawabmelainkan untuk mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. 

Manusia dan Pandangan Hidup




Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua manusia pasti mempunyai suatu pandangan hidup sendiri – sendiri dan kemungkinan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Tak sedikit pula orang yang mempunyai pandangan hidup yang sangat bertentangan dengan pandangan hidup orang yang lainnya, itulah yang sering memicu perdebatan diantara umat manusia dalam kehidupan sehari hari.

Berdasarkan asalnya ada 3 macam pengklasifikasian pandangan hidup, yaitu :

1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berasal dari ideologi yaitu pandangan hidup yang berasal dari norma dan kebudayaan yang berada dalam Negara tersebut.
3. Pandangan hidup dari renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.

Pandangan hidup juga memiliki unsur-unsur, yaitu:

  • Cita – cita
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
            Ada 3 faktor yang mempengaruhi orang dapat meraih cita – cita :
-          Faktor manusia
-          Faktor kondisi
-          Faktor tingginya cita-cita


  • Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.
  • Usaha
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia hams kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempuma.

  • Keyakinan
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan.

Manusia dan Keadilan



Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap  manusia memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut dengan kewajiban yang telah dilakukan haruslah seimbang sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan.

Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia  dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya juga.

Keadilan memiliki ciri antara lain ;

tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hukum.

Berbicara tentang keadilan, kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kalimat “ Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, kalimat ini merupakan salah satu isi dari pancasila yang merupakan ideologi dasar Negara Indonesia. Sila keadilan social mengandung prinsip bahwa setiap masyarakat Indonesia akan mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hokum, politik, ekonomi,  dan kebudayaan.

Untuk mewujudkan keadilan social itu, di perinci perbuatan dan sikap yang perlu di pupuk yakni :


1. Perbuatan luhur yang memcerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.


2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.


3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan


4. Sikap suka berkerja keras


5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.


Macam – macam keadilan :


·         Keadilan legal atau keadilan moral
·         Keadilan distributif
·         Keadilan komunikatif





Manusia dan Penderitaan

Penderitaan merupakan realitas dunia dan manusia. Penderitaan itu dapat berbentuk lahir atau batin.

Penderitaan akan dialami oleh semua manusia hal itu sudah merupakan resiko hidup, karena di hidup ini tuhan tidak hanya memberikan kebahagiaan dan kesenangan semata tetapi juga memberikan kesedihan dan penderitaan yang kadang – kadang bermakna sebagai pengingat kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan, banyak macam kasus dalam liku-liku kehidupan manusia, seperti penderitan fisik dan penderitaan psikis. Penderitaan fisik dapat disembuhkan dengan cara medis, sedangkan penderitaan psikis dapat disembuhkan dengan kemampuan penderita itu sendiri dalam menyelesaikan masalah psikisnya.

Penderitan dapat timbul karena perbuatan kita sendiri atau sesama manusia dan penderitaan yang terjadi karena azab tuhan. Penderitaan karena perbuatan kita sendiri terjadi karena kita sendiri yang membuatnya seperti, banjir yang terjadi karena pembalakan liar. Sedangkan penderitaan yang terjadi karena azab tuhan, merupakan azab ataupun takdir yang telah diberikan tuhan kepada seorang manusia seperti, penyakit buta yang telah terjadi sejak sang bayi lahir.


Siksaan: dapat berupa siksaan jasmani atau badan dan bisa juga siksaaan rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang timbullah penderitaan. Dalam kitab suci al-quran dijelaskan tentang siksaaan yang dialami manusia nanti jika musyrik, syirik, dengki, fitnah, mencuri, bohong dan sebagainya.

Dalam hal ini siksaan yang sifatnya psikis dimisalkan menjadi :

1.kebimbangan
2.kesepian
3.Ketakutan

sebab orang merasa ketakutan

a. claustrophobia      : takut terhadap ruang tertutup
b. Agorophobia         : takut terhadap ruangan terbuka
c. Gamang                 : takut berada di tempat ketinggian
d. Kegelapan             : takut bila berada di tempat gelap
e. Kesakitan              : takut yang disebabkan rasa sakit
f. Kegagalan              : takut akan mengalami kegagalan

Jumat, 12 November 2010

Bilangan Biner

Carilah bilangan hexadesimal dari (8754)10

Cara 1 : di ubah menjadi bilangan biner.
                        8754 : 2 = sisa 0
                        4377 : 2 = sisa 1
                        2188 : 2 = sisa 0
                        1094 : 2 = sisa 0
                        547  :  2 = sisa 1
                        273  :  2 = sisa 1
                        136  :  2 = sisa 0
                        68    :  2 = sisa 0
                        34    :  2 = sisa 0
                        17    :  2 = sisa 1
                        8      :  2 = sisa 0
                        4      :  2 = sisa 0
                        2      :  2 = sisa 0
                             hasil            1
           
             (8754)10   =  (10001000110010) 2    
                                   0010001000110010
                                       2          2              3          2
                                    = (2232)16



Carilah Bilangan Oktal dari (872)10

Cara 2 : dibagi dengan bilangan octal (8)

                        872 : 8 = 0
                        109 : 8 = 5
                        13   : 8 = 5
                        Hasil       1

            (872)10 =   (1550)8        




Hitunglah nilai oktal dari (101110111)2

= 101110 111
      5         6          7
= (101110111) 2  = (567)8




Ubahlah (251)8 menjadi bilangan biner

(251)8  =     2                 1
                     010     101     001   lihat tabel

            = (010101001) 2




( 110101101011)2 menjadi bilangan hexadesimal


( 110101101011)2  =  110101101011
                                               D          6           B

                                =  (D6B) 16