Di era globalisasi sekarang ini teknologi sudah menjadi kebutuhan bagi kehidupan manusia,hampir di segala aspek kehidupan manusia sekarang ini menggunakan teknologi. Mulai dari pekerjaan rumah tangga yang sederhana seperti pemakaian mesin cuci sampai kegiatan yang kompleks seperti penyampaian informasi melalui jaringan internet.
Itu semua merupakan kemudahan yang diberikan oleh teknologi, tapi apakah hanya itu keuntungan yang diberikan oleh teknologi ataukah dari kemudahan itu tidak ada kerugian yang diberikan oleh teknologi itu sendiri?
Benar memang tidak hanya itu saja kemudahan yang diberikan oleh teknologi, masih banyak kemudahan yang diberikan sehingga membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah, cepat, ringkas dan lainnya. Tetapi kita jangan menjadi terlena karena pasti dari kemudahan itu terdapat kerugiannya.
Saya akan membahas keuntungan dan kerugian yang diberikan teknologi, khusunya pada ‘video game’. Kita tahu video game merupakan salah satu teknologi yang sangat digemari oleh semua kalangan khususnya anak-anak.
Pertama saya akan membahas keuntungan atau manfaat video game. Menurut salah seorang Menteri Sekretaris Kabinet di Inggris, Tom Watson justru menyarankan agar anak-anak bermain video game. Menurutnya, anak-anak akan lebih banyak mendapatkan pelajaran berharga dari video game ketimbang menonton televisi. Tom Watson juga, menyebutkan bahwa dengan bermain video game, anak-anak dapat belajar melatih pikiran, konsentrasi, menjawab tantangan, dan beradaptasi terhadap perubahan di sekitar mereka.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh beberapa peneliti dari University of Rochester, New York, Amerika Serikat yang melakukan penelitian mengenai dampak positif game. Hasil penelitian mereka terhadap orang-orang berusia 18-23 tahun menyatakan bahwa seseorang yang bermain game akan lebih fokus terhadap apa yang terjadi di sekitarnya dan kemampuan visualnya lebih meningkat bila dibandingkan dengan orang yang tidak bermain game. Anak yang bermain video game akan mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan pemecahan masalah.
Selain itu, dengan bermain game, secara tidak sengaja koordinasi antara mata dan tangan dapat lebih terlatih. Pendapat lain dari Mark Griffiths, seorang profesor di Nottingham Trent University, Inggris, menyatakan bahwa dengan bermain game dapat meringankan dan bahkan mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang diderita oleh seorang anak yang sedang dalam masa perawatan, misalnya seperti kemoterapi. Dengan bermain game, rasa sakit akan berkurang dan tensi darah pun akan menurun. Selain itu, menurutnya bermain game juga baik untuk fisioterapi anak-anak yang mengalami cedera tangan.
Itulah segelintir manfaat dari video game. Meski ada manfaatnya namun video game juga dapat memberikan pengaruh yang buruk bagi kehidupan anak. Menurut Mayke S.Tedjasaputra, pengajar senior di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia mengungkapkan, seorang anak memerlukan persentuhan dengan objek yang nyata. Mayke menambahkan, gadget, elektronik games yang bersuara, bergerak dan berwarna bisa memberikan stimulus yang terlalu kuat pada anak. Jika sejak usia dini anak sudah terbiasa dengan perangkat digital, dikhawatirkan anak akan malas ketika distimulasi dengan kegiatan belajar yang statis. "Bila sudah terbiasa pada permainan digital yang dinamis tentu anak akan malas melihat huruf-huruf yang statis," urainya.
Dampak negatif dari permainan video games, terutama yang mengandung kekerasan, ini sudah sejak lama disuarakan para ahli. Berbagai penelitian mengaitkan dampak video games pada pembentukan perilaku dan moral anak. Bukan hanya pada anak saja pada Laki-laki muda, sehat, dan sering bermain video games bertema kekerasan dalam waktu lama juga akan mengalami perubahan aktivitas otak yang berkorelasi dengan perilaku agresif. Hasil sebuah penelitian awal menunjukkan hal tersebut.
Walaubagaimanapun video game ternyata memiliki pengaruh positif dan negatif bagi kehidupan manusia khususnya anak-anak, sehingga alangkah lebih baiknya untuk mendampingi dan mengawasi anak-anak dalam bermain video gameyang bermain video game. Orang tua juga harus dapat memberikan penjelasan dan informasi tentang apa yang dimainkan oleh anak - anaknya dan membatasi apabila si anak terlalu lama bermain video game karena bagaimana pun juga sesuatu yang berlebihan hasilnya akan tetap tidak baik.





